ค้นหา     
Thailand

Current publications | Search

Publications of Indonesian

Building with Nature Documentary

Indonesian coasts suffer from erosion, caused by sea level rise, mangrove conversion for aquaculture and groundwater extraction. In some places kilometres of land are lost and this will exacerbate with climate change. Hard structures like sea walls are ineffective in mud-coasts, expensive and unable to adapt to climate change. Furthermore, they fail to provide the economic, environmental and social services that healthy ecosystems offer. We combine ecosystem based solutions like mangrove restoration with engineering, called ´Building with Nature´. With this multi-stakeholder approach we build safe coastlines that adapt to sea level rise and simultaneously introduce sustainable land uses for prosperity. We aim to mainstream the Building with Nature approach in coastal management across Indonesia for climate change adaptation and to catalyse change through a large scale implementation in Central Java.

 Read more ...

WKLB - Vol 22 no 1, April 2014

Wetlands International telah memproklamirkan Identitas Baru organisasi termasuk logo baru. Mulai edisi kali ini, WKLB tampil dengan perwajahan baru. Semoga, ini menjadi peyemangat baru bagi kita semua dalam menjaga dan merestorasi lahan basah.
 

 Read more ...

Dutch wetlands inspire Indonesian coastal managers

Indonesia plans to restore the eroding areas of its coastline in Java and Bali with nature based approaches inspired on Dutch methods. Also other vulnerable coasts in Indonesia will be looked at. The Indonesian Ministry of Marine Affairs and Fisheries (MMAF), environmental organisation Wetlands International and research institute Deltares last week Friday formally agreed to collaborate in the effort to tackle the erosion problems of Indonesian coasts.

 Read more ...

Mengintegrasikan ekosistem ke dalam praktik resiliensi

Integrasi pengelolaan ekosistem dan sumber daya alam ke dalam pengurangan risiko bencana (PRB) hingga saat ini nyaris terabaikan. Dokumen ini memperkenalkan serangkaian kriteria yang dapat dipergunakan oleh perumus kebijakan dan para praktisi untuk mengintegrasikan pengelolaan ekosistem dan sumber daya alam dalam pekerjaan PRB mereka dengan lebih baik.

 Read more ...

WKLB Vol. 21 No.4

Warta Konservasi Lahan Basah sebagai sarana kecil dalam berbagi informasi dan pengalaman di bidang perlahanbasahan, terus berupaya mengetengahkan informasi-informasi dan pengalaman dari berbagai kalangan di berbagai tempat. Semoga agihan sederhana ini dapat menjadi bahan inspirasi dan edukasi bagi kita semua.

 Read more ...

Warta Konservasi Lahan Basah Vol 21 No.3, Juli 2013

Kami haturkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya khususnya kepada seluruh penulis yang telah secara sukarela berbagi pengetahuan dan pengalaman berharganya untuk dimuat pada majalah ini.

 Read more ...

Membangun bersama Alam untuk Ketahanan Pesisir

Brosur ini menjelaskan konsep hybrid engineering dan memberikan alasan untuk beralih dari ketergantungan pada struktur keras, dan bergerak menuju bekerja bersama dan dengan alam untuk ketahanan pesisir. Informasi yang terdapat dalam brosur ini dapat digunakan oleh para pembuat kebijakan dan praktisi ketika mempertimbangkan opsi untuk perlindungan pantai di daerah tropis.

 Read more ...

Warta Konservasi Lahan Basah Vol. 21 No. 2, April, 2013

Air adalah sumber kehidupan. Ia akan terjaga dengan baik apabila lahan basah sebagai wadah dan sumber air juga terkelola dengan baik. Kerusakan lahan basah, akan berdampak timbulnya bencana alam, kelangkaan air bersih, dan hancurnya bumi yang kita pijak ini. Untuk itu, pengelolaan antara lahan basah, air dan bumi haruslah terpadu dan tidak bisa dipisah-pisahkan.

 Read more ...

State of the Art Information on Mangrove Ecosystems in Indonesia

Indonesia is a tropical archipelago with coastlines measuring a total length of 95,181 km, making it the country with the fourth longest coastline in the world (EarthTrends WRI, 2003, and Rompas, RM.2009). All along the coast are the estuaries of rivers great and small that flow the whole year round thereby enabling mangroves to thrive, particularly on shores sheltered from the waves, such as lagoons, deltas, coral and sand bars. Currently, Indonesia’s mangroves cover 30,000 square kilometres, 21% of the global total mangrove area, and contain 45 (not including introduced species) of the world’s 75 species of true mangrove (Spalding et al., 2010). As a result, Indonesia is known as the country possessing the most mangroves, both in terms of area and number of species.

 Read more ...

Warta Konservasi Lahan Basah Vol. 20 No.4 Oktober 2012

Melalui kegiatan yang aktif saat ini dilakukan, WI-IP bersama mitra-mitra terkait terus mencoba berusaha memulihkan dan mengembalikan “kekuatan” ekosistem lahan basah khususnya pesisir melalui kegiatan rehabilitasi kawasan. Secara sinergi, kegiatan rehabilitasi tersebut juga diikuti dengan pengembangan perekonomian masyarakat. 

 

 
 Read more ...
Pages: 1 of 9
Copyright 2008 by Wetlands International-Thailand Office   ข้อตกลงในการใช้งาน  ถ้อยแถลง